Sering Ngecas Bikin Hidup Baterai Lithium Lebih Awet?
Diposting oleh Priscilla Arnie Anggraini Soemowardoyo
Baterai bisa dibilang jadi salah satu komponen penting
penunjang ponsel ataupun laptop kita. Berapa lama kita bisa menikmati kegunaan
perangkat kita bergantung pada kemampuan hidup si baterai. Pemakaian yang
serampangan malah bisa memperpendek masa hidup si baterai.
Baterai yang
populer dipakai untuk smartphone ataupun laptop saat ini adalah baterai
lithium. Di masa lalu, baterai Nikel juga jadi andalan untuk menghidupkan
bermacam perangkat. Tapi, yang perlu dicatat adalah beda perlakuan yang mesti
diterapkan untuk kedua jenis baterai ini.
Perilaku
penggunaan baterai yang umum terpatri di benak kita saat ini, rata-rata masih
terpatri pada perlakuan baterai Nikel. Pada baterai jenis ini, tips seperti;
jangan mengecas baterai sebelum baterainya habis; cas baterai sampai penuh
untuk menjaga daya tahan baterai memang cara perawatan yang pas.
Namun,
perlakuan untuk baterai Nikel yang makin nggak umum itu ternyata ngga bisa
diberlakukan utnuk baterai Lithium lho. Untuk baterai lithium ion dan lithium
polymer, yang sekarang banyak beredar dipasar, tak masalah kalau kamu tidak
mengecasnya hingga penuh. Baterai ini malah bermasalah kalau kamu sering
memakainya hingga baterai habis. perlakuan ini bisa bikin kapasitas baterai
kamu lebih cepat berkurang dari kapasitas normalnya. Misal, baterai kamu punya
life cycle 1000 kali pengecasan. Setelah lifecycle tergenapi, baru kapasitasnya
menurun jadi hanya 80%nya saja. perawatan yang buruk, mempercepat terjadinya
pengurangan kapasitas ini.
Hal ini
diungkap oleh situs khusus soal baterai, Battery University. Situs ini
menyarankan agar kamu mengecas baterai Lithium sesering mungkin sebelum baterai
benar-benar habis. Saat mengisi pun sebagiknya tidak dicas hingga penuh. Dengan
melakukan ini, baterai lithium kamu punya masa pakai lebih lama. Kok gitu ya?
Cara kerja baterai ini sama dengan perangkat mekanis lain,
dimana masa pakainya semakin pendek cepat aus jika sering dalam penggunaan
berat. Makin besar gap antara baterai terisi dan baterai kosong, malah makin
memperpendek masa hidup si lithium. Maka, hindari menggunakan baterai lithium
hingga habis. Jika, penggunaan hingga habis ini tidak bisa dielakkan, coba menggunakan
baterai dengan kapasitas yang lebih besar.
Jalan terbaik
adalah sempatkan selalu mengecas baterai kamu selama dipakai. Pengisian parsial
atau sebagian pada baterai jenis ini tidak masalah. Sebab, baterai ini tidak
mengenal efek memori seperti pada baterai nikel. Efek memori ini bisa
menyebabkan daya tahan baterai untuk menghidupi perangkat berkurang. Lithium
juga tak perlu melakukan pengosongan baterai secara periodik yang dilakukan
pada baterai nikel untuk menghindari efek memori tersebut.
Perlu diperhatikan
bagi pengguna baterai Lithium adalah : jangan membiarkan baerai lithium kamu
dicas lebih dari 100%. Tetap mencolokkan kabel cas ke baterai yang sudah dicas
penuh malah mengurangi masa hidup baterai lebih cepat. Hindari juga dari suhu
panas yang akan menguras waktu hidupnya. Jadi jangan tinggalkan smartphone kamu
di mobil yang panas ataupun membiarkannya menjalankan aplikasi penguras baterai
dalam waktu lama. Menjalankan aplikasi yang menggunakan GPRS terus menerus
adalah salah satu contohnya.

0 komentar:
Posting Komentar